INDONESIA LAW NEWS MAKKAH — Kamis, 14 Mei 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi jamaah KBIHU Al-Gratis (AG) Bangkalan. Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji, para jamaah mengikuti program ziarah dalam Kota Makkah. Ini adalah perjalanan ruhani untuk menelusuri jejak perjuangan Rasulullah ﷺ dan para sahabat yang mengorbankan hidupnya demi tegaknya Islam.
Sejak pagi, jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian ziarah yang dipandu langsung oleh pembimbing haji, Mohamad Djasuli. Ziarah ini bukan sekadar wisata religi biasa. Di setiap tempat, jamaah diajak memahami kisah, pengorbanan, dan pelajaran iman yang terkandung di dalamnya, bukan hanya melihat bangunan dan lokasi sejarah.
1. Ziarah Pertama: Jannatul Mu’alla, Tanah Sunyi yang Menyimpan Orang-Orang Tercinta Rasulullah ﷺ Perjalanan dimulai menuju Jannatul Mu’alla, yang lebih dikenal jamaah Indonesia sebagai Makam Ma’la. Di tempat ini dimakamkan Khadijah bint Khuwaylid, sebagian keluarga Rasulullah ﷺ, serta tokoh-tokoh penting awal perjuangan Islam.
Suasana mendadak hening ketika jamaah mendengar kembali kisah Sayyidah Khadijah, wanita agung yang menjadi penolong pertama dakwah Rasulullah ﷺ saat seluruh Quraisy memusuhi beliau. Tidak sedikit jamaah yang meneteskan air mata. Di tanah sunyi itu, mereka sadar bahwa Islam yang hari ini besar pernah berdiri di atas pengorbanan orang-orang yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
2. Masjid Jin: Tempat Al-Qur’an Menggetarkan Alam Ghaib Ziarah dilanjutkan menuju Masjid al-Jinn. Di tempat inilah para jamaah mendengar kembali kisah ketika sekelompok jin mendengar bacaan Al-Qur’an Rasulullah ﷺ lalu beriman kepada Allah SWT.
Jamaah juga diajak mengingat kisah Abdullah ibn Mas’ud yang diperintahkan Rasulullah ﷺ untuk tetap berada di dalam lingkaran perlindungan saat Nabi bertemu rombongan jin pada malam hari. Suasana menjadi menggetarkan ketika dijelaskan bahwa saat sebagian manusia menolak dakwah Rasulullah ﷺ, justru makhluk tak terlihat tunduk dan menangis karena Al-Qur’an.
3. Masjid Syajarah: Kisah Pohon yang Tunduk kepada Rasulullah ﷺ
Perjalanan dilanjutkan menuju Masjid al-Shajarah. Di tempat ini jamaah mendengar kisah mukjizat Rasulullah ﷺ ketika pohon datang memenuhi panggilan beliau atas izin Allah SWT sebagai bukti kenabian.

Kisah itu membuat banyak jamaah terdiam. Jika pohon saja tunduk kepada Rasulullah ﷺ, maka manusia seharusnya lebih mudah tunduk kepada sunnah dan ajaran beliau.
4. Maktabah Rasulullah ﷺ: Lokasi Rumah Kelahiran Nabi
Rombongan kemudian menuju Kawasan Maktabah Makkah Al-Mukarramah yang diyakini banyak ulama sejarah sebagai lokasi rumah kelahiran Rasulullah ﷺ. Di tempat sederhana itu, jamaah diingatkan bahwa manusia paling mulia di muka bumi lahir bukan di istana megah, melainkan di rumah sederhana di Kota Makkah.
Namun dari tempat itulah cahaya Islam kemudian menerangi dunia. Tidak sedikit jamaah yang terdiam lama sambil memandang bangunan tersebut dengan penuh haru.
5. Jabal Qubais: Gunung Tua yang Menjadi Saksi Sejarah Makkah Ziarah ditutup dengan mengunjungi Kawasan Jabal Qubais, gunung bersejarah yang berdiri menghadap Masjidil Haram. Dalam berbagai riwayat, Jabal Qubais dikenal sebagai salah satu gunung tertua di Makkah dan menjadi saksi berbagai peristiwa penting perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ.
Dari kawasan itu, jamaah memandang Kota Makkah dengan hati yang berbeda. Mereka menyadari bahwa setiap sudut Kota Suci ini menyimpan jejak perjuangan, air mata, dan pengorbanan besar demi tegaknya Islam.
Ziarah yang Tidak Sekadar Perjalanan Bagi KBIHU Al-Gratis (AG), program ziarah bukan hanya agenda kunjungan lokasi sejarah. Program ini adalah bagian dari pendidikan ruhani agar jamaah:
– Mengenal perjuangan Rasulullah ﷺ
– Mencintai para sahabat dan keluarga Nabi
– Memahami bahwa ibadah haji bukan hanya ritual fisik, tetapi perjalanan hati menuju Allah SWT
Dengan semangat “Melayani Orang Ibadah Kewajiban Kami, Bukan Bisnis Kami”, KBIHU AG terus berupaya menghadirkan pendampingan ibadah yang bukan hanya teknis, tetapi juga penuh ilmu, sejarah, dan penghayatan spiritual.
Di tengah panasnya Kota Makkah hari itu, para jamaah pulang bukan hanya membawa foto perjalanan. Mereka membawa hati yang perlahan semakin dekat kepada Rasulullah ﷺ dan Allah SWT.
Penulis isw 89
Sumber KBIHU AL GRATIS
