PAMEKASAN, INDONESIA LAW NEWS.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Kelompok 21 melaksanakan program pembuatan irigasi tetes sederhana berbahan botol plastik bekas sebagai upaya mendukung budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Tampojung Pregih, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.
Program ini bertujuan memanfaatkan limbah botol plastik menjadi teknologi tepat guna yang ramah lingkungan, hemat biaya, dan mampu mengoptimalkan penggunaan air dalam proses penyiraman tanaman.
Kegiatan tersebut berangkat dari kondisi masyarakat Desa Tampojung Pregih yang masih melakukan penyiraman tanaman secara manual. Selain membutuhkan waktu dan tenaga, metode tersebut dinilai kurang efisien dalam penggunaan air, terutama saat musim kemarau. Di sisi lain, botol plastik bekas yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui program ini, mahasiswa KKN menghadirkan inovasi sederhana berupa sistem irigasi tetes yang mudah dibuat, murah, serta dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
Pembuatan irigasi tetes dilakukan menggunakan botol plastik bekas berukuran 600 mililiter. Botol terlebih dahulu dibersihkan, kemudian tutupnya diberi lubang kecil agar air dapat menetes secara perlahan. Bagian bawah botol dipotong untuk memudahkan pengisian air, lalu botol dipasang dalam posisi terbalik di dekat tanaman sehingga air menetes langsung ke area perakaran. Sistem ini memungkinkan tanah tetap lembap dan tanaman memperoleh pasokan air secara bertahap.
Setelah proses pembuatan selesai, irigasi tetes tersebut langsung diaplikasikan pada tanaman TOGA yang berada di area sebelah Balai Desa Tampojung Pregih. Penerapan ini menjadi contoh nyata pemanfaatan limbah plastik sebagai teknologi sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain praktik pembuatan, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara pemasangan, penggunaan, dan perawatan irigasi tetes agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya efisiensi penggunaan air, pengelolaan limbah plastik, serta penerapan teknologi tepat guna dalam kehidupan sehari-hari.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UTM Kelompok 21, Moh. Riski Maulana, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui pembuatan irigasi tetes ini, kami ingin menunjukkan bahwa botol plastik bekas tidak harus menjadi limbah. Dengan sedikit modifikasi, botol tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat penyiraman yang sederhana, hemat biaya, dan efektif untuk mendukung budidaya tanaman, khususnya TOGA,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tampojung Pregih, Yanto, menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan berharap inovasi ini dapat terus diterapkan oleh masyarakat.
“Program ini sangat bermanfaat karena memanfaatkan barang bekas menjadi alat yang berguna. Kami berharap inovasi sederhana seperti ini dapat diterapkan di pekarangan rumah maupun lahan pertanian sehingga masyarakat semakin peduli terhadap pengelolaan limbah dan efisiensi penggunaan air,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN UTM Kelompok 21 berharap masyarakat mampu menerapkan teknologi irigasi tetes secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Selain mendukung budidaya TOGA, inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah plastik, penghematan air, serta penerapan teknologi tepat guna yang sederhana namun bermanfaat.
Kontributor: Kelompok 21 KKN Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 2026, Desa Tampojung Pregih, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.
